Ketika Ibadah Hanya Menjadi Rutinitas

1 tahun yang lalu      Artikel Islami
Ketika Ibadah Hanya Menjadi Rutinitas

Ketika Ibadah hanya dijadikan sebagai rutinitas. Kalimat ini pantas untuk menggambarkan bagaimana keadaan umat islam sekarang ini yang hanya menjadikan ibadah mereka hanya sebagai rutinitas belaka. Tidak ada kenikmatan di dalamnya. Ia hanya dijadikan rutinitas sebagai kewajiban dan ketakwaan kepada sang pencipta. Padahal, seseorang baru bisa dikatakan mukmin ketika ia sudah bisa merasakan manisnya iman, lezatnya keta'atan, dan nikmatnya amal kebajikan. Bukan setengah-setengah. Jika ibadah hanya dijadikan sebagai rutinitas maka kehambaran akan dirasakan ketika melaksanakan rangkaian ibadah yang dijalani. Mengapa bisa demikian? Karena ia menjadikan ibadanya tersebut sebagai beban, tidak didasari cinta yang sebenar-benarnya kepada Allah SWT. dan juga tidak menjadikan ikhlas sebagai langkahnya dalam beribadah. Oleh karena itu, untuk bisa merasakan nikmatnya beramal shaleh dan khusu'nya beribadah kita harus beragama setotal mungkin, tidak setengah-setengah, dan harus mampu menjaga dan menundukkan hawa nafsu. Karena ketika hawa nafsu masih dituruti, maka selama itu pula sikap ogah-ogahan akan selalu menyertai setiap pelaksanaan amal shaleh dan setiap penunaian setiap ibadah. Allah SWT Berfirman: "Hai orang-orang beriman, Masuklah kamu sekalian ke dalam islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan adalah musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqoroh: 208).




Komentar Artikel "Ketika Ibadah Hanya Menjadi Rutinitas"